Sejarah Berdirinya Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung

Setelah melalui perjuangan panjang sejak tanggal 12 September 2012, akhirnya pada hari Redite Pahing Wuku Ugu, tanggal 22 Mei 2016 Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung terbentuk dan 100 (seratus) orang tokoh dan bendesa adat Bali yang mewakili krama adat Bali yang ada di Lampung secara aklamasi telah menetapkan Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H. sebagai Ketua Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung yang disebut dengan nama adat Jro Bendesa Agung. Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung selanjutnya disingkat (MAP) adalah organisasi tradisional masyarakat adat Bali yang memiliki asal-usul sebagai landasan historis, hukum adat Bali sebagai landasan hukum materiil dan Undang-Undang Nomor: 6 tahun 2014 sebagai landasan yuridis formil, dengan tetap berpedoman kepada ajaran “Tri Hita Karana” dan “tatvam asi” sebagai norma agama dan azas“salunglung-sabayantaka, paras-paros sarpanaya dan asah-asih-asuh”sebagai norma adat Bali.(Artikel sejarah secara lengkap bisa dilihat pada profil web)

Umat Hindu Bandar Lampung melaksanakan persembahyangan di Pura Kerthi Bhuana dalam perayaan Hari Raya Galungan, Rabu 5 April 2017. Sebagian besar umat memahami Hari Raya Galungan sebagai hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma), dan mensyukuri atas anugrah Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan melakukan persembahyangan.   Saat persembahyangan Galungan di Pura Kerthi Bhuana umat mendapat pencerahan Dharma Wacana tentang makna Hari Raya Galungan dari Bapak I Kadek Sayang,S....

KAPOLDA LAMPUNG DAN DESA BALINURAGA KINI

,

Kehadiran Kapolda Lampung Irjen Pol. Drs.Sudjarno, SH, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Bonifasius Tampoi dan PJU Polda Lampung ke Desa Balinuraga Lampung Selatan disambut Ketua Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung AKBP Dr. I Ketut Seregig, SH, MH dan Majelis Adat Pekraman Kabupaten Lampung Selatan I Made Pasti, Ketua Parisada Kabupaten Lampung Selatan dan seluruh krama adat Balinuraga, tanggal 10 Maret 2017 yang lalu.   Ketika memberi sambutan Kapolda bercerita tentang Balinuraga...

MAKNA HARI RAYA GALUNGAN

,

Sejarah Hari Raya Galungan masih merupakan misteri. Dengan mempelajari pustaka-pustaka, di antaranya Panji Amalat Rasmi (Jaman Jenggala) pada abad ke XI di Jawa Timur, Galungan itu sudah dirayakan. Dalam Pararaton jaman akhir kerajaan Majapahit pada abad ke XVI, perayaan semacam ini juga sudah diadakan. Menurut arti bahasa, Galungan itu berarti peperangan. Dalam bahasa Sunda terdapat kata Galungan yang berarti berperang.   Parisadha Hindu Dharma menyimpulkan, bahwa upacara Galungan me...

WORKSHOP PEMANGKU DAN SERATI BANTEN JAWA

,

Kilas balik, penulis mengikuti perjalanan Jro Bendesa Agung, ketua Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung mensosialisasikan peranan Majelis Adat Pekraman dalam melestarikan adat dan budaya Hindu Bali ke berbagai Kota/Kabupaten di Lampung, kami berkunjung ke Pedepokan “BANYU BENING” Bandarjaya Lampung Tengah yang saat itu sedang melaksanakan workshop Pemangku dan Serati Banten Jawa. Saat itu tanggal 26 Januari 2017, memang peristiwa itu sudah dua bulan berlalu akan tetapi kegiatan ini...

«« Sebelumnya    1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11      Berikutnya »»
Melasti

Upacara Melasti di Pantai Pasir Putih, peserta Umat Hindu se Provinsi Lampung ...

Baca selengkapnya ››

Tempat Pelaksanaan: Pantai Pasir Putih Lampung Selatan

Diterbitkan pada: , 2017-03-26

Perbaikan Website

20/04/2018 :19:25 BBWI...

Baca selengkapnya ››

Diterbitkan pada: Jum'at, 2018-04-20