PERLUKAH ORANG HINDU SEMBAHYANG KE PURA SEDANGKAN TUHAN ADA DIMANA - MANA

  • Jum'at, 31 Maret 2017 - 17:19:00 WIB
  • Administrator-MAP-Lampung
PERLUKAH ORANG HINDU SEMBAHYANG KE PURA SEDANGKAN TUHAN ADA DIMANA - MANA

Dalam kehidupan manusia pada dasarnya selalu ingin hidup semuanya serba praktis dan gampang serta tidak mau yang namanya ribet, rumit dan ruwet, tetapi kalau dihayati begitu agungnya Tuhan menciptakan alam beserta isinya tentu tidak seberapa pengorbanan yang dilakukan oleh manusia dalam melakukan pemujaan terhadap Tuhan. Dengan demikian umat Hindu dalam melakukan pemujaan kepada Sang Pencipta yaitu Tuhan selalu menentukan hari yang tepat yang disebut dengan rainan dan tempat yang tepat yaitu tempat suci disebut PURA.

Agama Hindu meyakini hanya ada satu Tuhan namun memiliki gelar yang berbeda - beda sesuai dengan fungsinya hal ini sebagai mana dalam sloka "Bhineka Tunggal Ika tan hana dharma mangrwa" yang artinya berbeda - beda tetapi tetap satu, tidak ada dharma atau Tuhan yang lainnya. " Ekam sat wiprah bahuda wadhanti" Tuhan hanya satu tetapi para Resi yang bijak menyebut beliau banyak nama.

Dalam Weda yang merupakan kitab suci agama Hindu ada empat kemahakuasaan Tuhan yaitu : Wibhu Sakti yaitu Tuhan maha ada yang memenuhi seluruh alam semesta ada dimana - mana tidak terpengaruh dan tidak berubah ( Wiyapi wyapaka nir wicara) dan tidak ada tempat yang kosong bagi beliau karena beliau memenuhi segalanya. Prabhu Sakti: Tuhan yang maha kuasa yang menjadi raja dari segala raja yang menguasai segalanya baik dalam hal ciptaanNya ( upeti) memelihara ( stiti ) dan melebur ( pralina ). Jnana Sakti : Tuhan maha tahu dan mengetahui segala sesuatu yang terjadi baik di alam nyata maupun tidak nyata, yang terjadi dimasa lampau ( atita) yang sedang terjadi (nagata) maupun yang akan terjadi ( wartamana). Krya Sakti : Tuhan maha karya setiap saat tidak pernah berhenti melakukan aktifitas baik dalam ciptaannya, memelihara, melebur, dan pengawasan penjagaan dalam kehidupan alam semesta beserta isinya.

Dengan kemahakuasaan Tuhan yang diyakini tersebut Umat Hindu dalam melakukan pemujaan sebaiknya di PURA? Memang Tuhan ada dimana-mana namun dalam melakukan pemujaan Pura menjadi sentral atau tempat yang paling disucikan. Ibaratkanlah seorang peternak sapi perah tentu semua orang tahu bahwa susu ada pada tubuh sapi tersebut, kalau diperah pada bagian hidungnya pasti tidak dapat susu, kalau diperah bagian pantatnya pasti tidak dapat susu bahkan yang ada kotoran, kalau diperah bagian ekor pasti akan kena tendang, oleh karena itu untuk mendapatkan susu maka perahlah bagian puting susunya. Demikian halnya dalam melakukan pemujaan kepada Tuhan maka sangat diperlukan tempat yang suci yaitu PURA, hati yang suci, hari yang suci, sehingga tujuan dari pemujaan tersebut yaitu menyatukan Atman dengan Brahman /Tuhan Yang Maha Kuasa atau Manunggaling Kawulo kalawan Gusti dapat tercapai. (Penulis: AKBP Made Kartika, S.Ag, SH, MH.)

  • Jum'at, 31 Maret 2017 - 17:19:00 WIB
  • Administrator-MAP-Lampung

Berita Terkait Lainnya